Berita > News

Sejumlah Aset Kendaraan Masih Dikuasai Mantan Staf dan Pejabat

Diahi
Kabid Aset BPKAD Pemkot Ternate, Hasmiati Hasanuddin (Foto: DiahiNews/Asri Sikumbang)

TERNATE – Hingga saat ini sejumlah aset kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat milik Pemkot Ternate ternyata belum dikembalikan mantan pegawai dan mantan pejabat.

Berdasarkan daftar aset pada Bidang Aset BPKAD Pemkot Ternate, tercatat aset kendaraan roda dua dan roda empat yang belum dikembalikan hingga 31 Desember 2020 nilainya mencapai Rp 844.935.866.

Kabid Aset BPKAD Pemkot Ternate Hasmiati Hasanuddin, mengungkapkan aset yang belum dikembalikan itu terdiri dari 5 unit kendaraan roda dua dan lima unit kendaraan roda empat. ”Kita sudah melayangkan surat berulangkali agar dikembalikan,” ungkap Hasmiati, pada wartawan Rabu 10 Februari 2021.

Baca Lainnya :

Instansinya tak bisa mengambil langsung aset tersebut karena kewenangan terkait melekat pada instansi bersangkutan. "Pengguna barang yang berwenang melakukan penarikan. Pengguna barang itu ada di masing-masing SKPD."

Dia mengatakan, KPK RI memberikan atensi tersendiri terhadap keberadaan aset-aset daerah itu dan selalu menjadi temuan setiap tahunnya. "Tapi ini so kurang karena su banyak yang dihapuskan (pemutihan)," imbuh dia

Sebenarnya menurut dia, 10 kendaraan yang belum dikembalikan itu sudah memenuhi syarat untuk dilakukan pemutihan karena usia dan sudah tak layak. Rata-rata usia kendaraan itu sudah di atas 10 tahun. ”Untuk pemutihan terhadap kendaraan perorangan itu minimal empat tahun sedangkan untuk operasional itu tujuh tahun."

"Perorangan ini misalnya wali kota dan wakil wali kota, empat tahun saja sudah bisa pemutihan, kalau untuk operasional misalnya di DPRD atau di SKPD-SKPD."

10 kendaraan dinas itu adalah mobil mini bus berupa suzuki grand vitara, nomor polisi DG 70 KT dengan harga perolehan Rp 200 juta tahun 2008. Mobil ini dikuasai oleh mantan ketua DPRD Kota Ternate dan digunakan sebagai mobil rumah tangga DPRD Kota Ternate.

Berikutnya tiga unit mobil dinas di Sekretariat Daerah perolehan tahun 2002. Ketiga mobil itu tanpa keterangan merek atau tipe. Mobil yang pertama dengan nomor polisi DG 240 AK, harga perolehan Rp 103.727.272.000 dan dikuasai mantan pensiunan. Mobil kedua dengan plat polisi DG 242 AK, dengan nilai perolehan Rp103.727.272.000, dan dikuasai oleh mantan pegawai yang sudah dimutasi ke Pemprov Malut. Sedangkan mobil ketiga dengan nomor polisi DG 84 KT, nilai perolehan Rp 103.727.272.000 dan dikuasai pensiunan.

Ditambah lagi satu unit Toyota Innova G, di Sekretariat daerah, 2005, nomor polisi DG 81 KT dengan nilai perolehan Rp 255.000.000.000 dan dikuasai mantan Wali Kota Ternate. Kemudian satu sepeda motor Yamaha, 2006, nomor polisi DG 2259 KT, nilai perolehan Rp16.476.800.000 dikuasai mantan pegawai.

Sementara kendaraan yang melekat pada SKPD terkait diantaranya Dinas Kebersihan, berupa sepeda motor Yamaha, tahun 2006, DG 2206 KT dengan nilai perolehan Rp 16.491.250.000 dan dikuasai oleh pensiunan.

Dinas Kelautan dan Perikanan terdapat dua unit sepeda motor yakni sepeda motor Yamaha, DG 2055 KT (2004), nilai perolehan Rp 9.500.000 dibawa oleh mantan pegawai ke Halmahera Timur. Berikutnya sebuah sepeda motor Honda (2007), DG 2044 KT,  dengan nilai perolehan Rp 19.836.000,00 dan dikuasai mantan pegawai yang telah meninggal dunia.

Terakhir sepeda motor Yamaha di Bappeda (2007),  DG 2334 KT, dengan nilai perolehan Rp 16.450.000 dikuasai oleh mantan pegawai yang sudah mutasi ke provinsi.

Aset
Kendaraan
RodaDua
RodaEmpat

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar