Berita > News

Pelabuhan Ferry Galala Akan Ditutup 2 Bulan

Diahi
Daud Muhammad, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan (Foto: DiahiNews/Asri Sikumbang)

TERNATE – Pelabuhan ASDP di Galala Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan tahun ini akan direhab. Pelabuhan dan sarana pendukung pelabuhan itu akan diperbaiki.

Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad setelah mengikuti rapat bersama di Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIV Maluku Utara, sekitar pukul 15.00 WIT Rabu 3 Januari 2021.

Rapat itu membahas pelaksanaan kegiatan tahun 2021 untuk pelabuhan penyeberangan ferry, yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca Lainnya :

Dia menjelaskan sebelum pekerjaan rehabilitasi pelabuhan ferry Galala itu dilakukan, pihaknya mesti berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari pelabuhan alternative selama proses pekerjaan perbaikan itu berlangsung, sehingga pelayanan terhadap pengguna jasa tetap berjalan, sebab pelabuhan itu menjadi salah satu titik penting untuk pertumbuhan ekonomi. Ada 3 lokasi yang dipertimbangkan untuk menjadi pelabuhan alternative, yakni Guraping, Darko dan Balbar. Menurut dia, yang paling penting dari pelabuhan alternative itu adalah kondisi laut sekitarnya mendukung. “Jika memang tiga titik ini dipaksakan untuk dijadikan sebagai alternatif maka pelabuhan tersebut tidak bisa melayani angkutan di atas dari golongan 5 karena dilihat dari sisi lautnya terkait tingkat keselamatan belum memadai,” tutur dia.

“Kita masih butuh data dukungan lagi sehingga begitu pekerjaan dilaksanakan di pelabuhan fery di Galala maka ada alternatif.”

Dia membeberkan terdapat tiga pelabuhan penyeberangan di Kota Tidore Kepulauan yang akan direhab tahun ini menggunakan DAK. Selain pelabuhan ferry Galala, ada juga pelabuhan ferry Rum dan pelabuhan ferry Dowora. Pelabuhan Ferry Galala akan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 7 miliar lebih, Pelabuhan Dowora Rp 9 miliar lebih, dan Pelabuhan Ferry di Rum mendapat alokasi dana sebesar Rp 10 miliar lebih.

Perbaikan tiga pelabuhan itu menurut dia, akan ikut mendukung suksesnya agenda Sail Tidore dan STQ Provinsi Maluku Utara.

Saat ini 3 kegiatan itu sudah masuk tahap pelelangan dan masa pelaksanaan pekerjaan nanti hanya 300 hari.

Hal senada disampaikan M. Nurhadi Kepala BPTD Wilayah XXIV Malut bahwa kondisi pelabuhan ferry Galala memang sudah harus direhabilitasi. Karena itu pihaknya kemudian bersama Pemkot Tikep mencari alokasi anggarannya dan ternyata disetujui Bappenas.

Dia mengundang lembaga pemerintah untuk hadir dalam rapat itu untuk berbagai informasi dan mencari alternative pelabuhan selama pekerjaan rehabilitasi itu berlangsung 3 bulan.

“Waktu pekerjaan memang 300 hari, akan tetapi khusus Pelabuhan Galala diperkirakan hanya 2 bulan saja karena yang dilakukan perbaikan itu terminal, jalan, dan trestle. Pekerjaan tetap 300 hari, tetapi pelayanan hanya ditutup selama sebulan atau dua bulan. Akan disusun jadwal kapan itu tidak ada pelayanan,” kata dia.

Dia mengungkapkan dalam pertemuan itu dibahas 4 lokasi sebagai alternative selama pekerjaan rehabilitasi berlangsung di Pelabuhan Ferry Galala. Namun 4 lokasi itu dianggap kurang memadai karena kondisi alamnya tak mendukung keselamatan pada saat kapal berlabuh.

“Pelabuhan Sidangoli bisa menjadi kemungkinan besar tetapi masih tetap dicari juga yang lain dan bisa mendukung kondisi darurat,” katanya.

Pelabuhan
Ferry

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar