Berita > News

Pasokan Listrik ke Pasar Ikan Pasar Higienis Diputuskan PLN

Diahi
Rahmat Hidayat, Manager ULP PLN Ternate (Foto: DiahiNews/Asri Sikumbang)

TERNATE – Pedagang ikan yang berjualan di lantai satu Pasar Higienis Bahari Berkesan, Kota Ternate, sekitar pukul 10.00 WIT – 15.00 WIT, Selasa 26 Januari 2021 harus menerima kenyataan berjualan tanpa penerangan setelah pasokan listrik ke areal pasar ikan itu diputuskan oleh PLN Ternate.

Pemadaman itu menyebabkan areal dalam pasar itu menjadi gelap. Untung saja, ada dua pedagang dalam pasar itu yang mempunyai meteran listrik sendiri sehingga masih ada cahaya yang menerangi. Pedagang yang tak memiliki meteran listrik kemudian mengambil aliran listrik dari dua meteran itu setelah patungan membeli pulsa listrik.

“Satu meteran menerangi tiga tempat jualan. Torang baku patungan untuk beli pulsa listrik,” ungkap Dewi, salah satu pedagang ikan di Pasar Higienis Bahari Berkesan, pada DiahiNews

Baca Lainnya :

Perempuan 34 tahun itu mengatakan listrik yang dipadamkan PLN itu hanya terjadi pada areal pada pedagang ikan dan baru menyala kembali sekitar pukul 15.00 WIT.

Rekannya bernama Susan, merasakan aktifitas jual beli ikan sangat terganggu oleh pemadaman itu. Dia mengatakan, beberapa saat setelah lampu padam sekitar pukul 10.00 WIT, dua petugas dari Disperindag Kota Ternate menyambangi tempat mereka berjualan.

Salah seorang petugas yang dia kenali bernama Suryawan Soleman kemudian menghampiri Har Dano Basir, Ketua Perkumpulan Pedagang Ikan Kota Ternate (P3IKT). Kepada suaminya itu Suryawan menyampaikan pemadaman itu terjadi karena terjadi gangguan sehingga petugas butuh waktu untuk melakukan perbaikan.

"Lampu pe mati sekitar dua jam petugas datang, bukan orang PLN tapi Dinas Pasar (Disperindag). Pak Suryawan yang tong pangge-pangge Ayah tu cari saya p paitua kong dong bilang lampu sementara dong ada perbaiki," kata Susan.

Terpisah Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Ternate Rahmat Hidayat mengatakan, pemadaman itu disebabkan terjadi keterlambatan pembayaran iuran listrik yang disebabkan adanya masalah pada aplikasi pembayaran.

Dia mengetahui informasi itu setelah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman. "Mudah-mudahan sebelum bulan ini berakhir sudah bisa terbayar," tutur Rahmat meniru ucapan Wali Kota.

Rahmat kemudian mengungkapkan terjadi tunggakan pembayaran rekening listrik di Pemkot Ternate. Dia mengaku yang seperti itu baru terjadi pada tahun ini. “Tunggakan rekening listrik yang menumpuk  di lingkup pemerintah kota ini adalah suatu hal yang baru terjadi saat memasuki awal tahun 2021, sebelumnya belum pernah terjadi,” kata dia.

Tunggakan tertinggi terjadi pada Penerangan Jalan Umum (PJU), dimana untuk Bulan Januari 2021 sebesar Rp 708 juta. Sedangkan dinas yang menunggak pembayaran rekening listrik adalah Disperindag, BPKAD, Dinas Pertanian dan BKPSDMD. ”Tapi BKPSDMD sudah bayar tadi pagi.”

Dia menjelaskan batas waktu pembayaran rekening listrik setiap bulannya adalah pada tanggal 20. “Jatuh tempo pembayaran rekening listrik itu setiap tanggal 20, lewat tanggal 20 sudah harus disegel,” ungkap dia.

Meski begitu, terhadap dinas yang masih menunggak itu PLN akan kembali menyalakan sambungan listriknya. PLN berani mengambil kebijakan itu setelah berkoordinasi dengan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman.

Listrik
Pasar
PasarHigienis
PLN

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar