Berita > News

Oknum Mahasiswa STAIN Ternate Sebar Foto Telanjang Pacarnya

Diahi
STN, pelaku penyebaran foto bugil pacarannya (Foto: Istimewa)

TERNATE - Gadis itu masih trauma saat mengisahkan peristiwa yang dialaminya, sedangkan ibunya yang mendampingi dia melapor ke Polres Ternate sekitar pukul 01.33 WIT Kamis 12 Desember 2019, tampak sangat terpukul. Ibu gadis itu tak bisa menyentuh makanan sejak Rabu 11 Desember 2019, siang, karena terbebani pikiran atas peristiwa yang menimpa puterinya.

“Saya khawatir lihat mama belum makan sampe sekarang,” kata kakak gadis itu saat mendampingi adik dan ibunya mengadu ke polisi.

Wanita itu mengisahkan, adiknya yang masih berusia 19 tahun dan berstatus mahasiswi sebuah kampus di Kota Ternate itu menjadi korban perilaku cabul seorang pria berinisial SNT (22 tahun) di kamar kos pria itu di Kelurahan Akehuda Kecamatan Ternate Utara. SNT masih tercatat sebagai mahasiswa STAIN Ternate.

Baca Lainnya :

SNT dan adiknya sempat berpacaran. Namun selama pacaran, adiknya kerap mendapatkan kekerasan dari SNT. Pria ini suka main pukul. 

Tak kuat lagi mengalami kekerasan, adiknya memutuskan mengakhiri hubungan pacaran. Lalu SNT makin agresif menebar ancaman

Adiknya yang ketakutan dan makin tertekan, akhirnya memutuskan pada tanggal 7 Desember 2019, mendatangi kamar kost SNT. Sampai di sana, adiknya digampar. Lelaki itu bahkan mengambil sebuah jarum tenun dan membenamkan jarum itu ke jari adiknya hingga menyebabkan adiknya jatuh pingsan.

Saat siuman, adiknya mendapati pakaiannya sudah acak-acakan. Rupanya selama gadis itu pingsan, SNT menggunakan kesempatan itu untuk mengambil sejumlah gambar tubuhnya tanpa busana.

Gambar telanjang itu kemudian dikirimkan kepada adiknya melalui Messanger Facebook pada tanggal 11 Desember 2019, sekitar pukul 13.00 WIT. 

“Dia juga mengirimkan foto itu di saya pe kaka di Bacan dan ke saya pe tamang (seorang teman perempuan),” lirih korban.

Melihat foto yang sudah menyebar itu, kakak kedua korban langsung memberitahu ibunya. Kamis dinihari, kasus itu dilaporkan ke Polres Ternate. Beberapa saat setelahnya polisi menjemput SNT.

Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinada, mengatakan, SNT adalah seorang residivis. Tahun 2018, Polsek Ternate Utara menangkap SNT. Pria ini kemudian dihukum 10 bulan penjara.

Untuk kasus terbarunya ini, polisi menjerat SNT dengan pasal 45 ayat 1, Junto pasal 27 ayat 1 UU  Nomor 19 tahun 2016, perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE. "Yang intinya tentang kesusilaan. Hukuman penjaranya maksimal 6 tahun," jelas AKP Riki Arinada.

"Barang bukti yang diamankan satu unit HP merk MI warna putih yang diduga HP tersebut digunakan mengirim foto korban.’’ ungkap AKP Riki.

Dalam kasus itu, polisi akan memeriksa sejumlah saksi.

Asusila
Pencabulan
Mahasiswa

Penulis :

Komentar