Berita > News

Listrik di Pasar Higienis Ternyata Pernah Renggut Nyawa Pedagang Ikan

Diahi
Instalasi Listrik di Pasar Ikan Gedung Higienis Bahari Berkesan, Mengancam Keselamatan Pedagang (Foto: DiahiNews/Asri Sikumbang)

TERNATE –Jaringan kabel listrik dalam Pasar Ikan di Pasar Higienis Bahari Berkesan ternyata sangat amburadul sehingga membayakan jiwa penjual dan pembeli yang berkunjung ke pasar itu. Jika anda berkunjung ke pasar itu dan sempat memperhatikan, akan tampak jelas instalasi listriknya sangat berantakan.

Kabel-kabel listrik itu dipasang sendiri oleh para pedagang ikan sekenanya. Kabel-kabel itu dipasang tumpang tindih melingkari baja ringan, tempat mereka menggantung bola lampu yang hanya berjarak sekitar satu meter dari meja jualan. Dapat dipastikan, jika isolasi pada kabel-kabel itu terkelupas, maka jiwa pedagang dan pengunjung terancam karena tiang besi dan baja riang di sekitarnya menjadi penghantar listrik. Lingkungan berjualan para pedagang itu makin beresiko kesetrum karena selalu basah, karena untuk menjaga kesegaran ikan, para penjual ikan itu selalu menyirami ikan dengan air.

Ketua Perkumpulan Pedagang Ikan Kota Ternate (P3IKT) Ayhar Dano Basri, mengungkapkan, tahun 2019, seorang pedagang ikan dalam pasar itu meninggal akibat sengatan listrik.

Baca Lainnya :

“Kitorang ini so pernah kejadian lampu itu satu orang so pernah maninggal. Waktu itu dia ada buka lampu, dia pe tangan basah,” ujar Ayhar Dano Basri, pada DiahiNews, Rabu 27 Januari 2021.

Dia menyarankan listrik untuk pedagang ikan dibuat terpisah dengan instalasi listrik pedagang lainnya. Ayhar mengatakan meski tak punya pengetahuan mengenai kelistrikan, namun dia khawatir dengan instalasi listrik dalam pasar ikan itu. “Kitorang ini bukan orang PLN, tapi kitorang lia hati susah. Tiang besi bisa membahayakan kalo terjadi koslet karena banyak kabel melalui tiang besi.”

Dia mengatakan pemasangan instalasi listrik asal-asalan itu dilakukan sendiri oleh para pedagang. Secara resmi dia memang belum menyampaikan masalah gawatnya instalasi itu kepada Disperindag Kota Ternate, namun kepada petugas pasar yang ke lokasi, dia sudah pernah menyampaikannya.

“Tong mo kase salah pemerintah tara bole lagi, tong pe pedagang ini me banya salah lagi. Ada pedangang yang dong pe lampu sampe 100 watt,” kata dia.

Dia menyadari dengan instalasi yang berantakan seperti itu, resiko hubungan arus pendek yang berujung pada kebakaran setiap saat bisa terjadi. Dan amatan DiahiNews, dalam kawasan pasar itu sama sekali tak nampak ada tabung pemadam kebakaran.

Mengenai kenyataan itu, seorang pedagang ikan bernama Ridwan Quilo, mengatakan dia dan rekan-rekannya tentu berharap mendapat fasilitas yang lebih baik. Sebenarnya menurut dia instalasi listrik sesuai standar kelistrikan sudah terpasang sejak bangunan pasar itu dibangun, namun hingga saat ini jaringan kabel pada instalasi itu tak difungsikan. Hal ini nampak pada fitting lampu gantung yang sama sekali tak dipasangi balon lampu. Yang dia ingat, lampu pada instalasi itu masih berfungsi hingga tahun 2019. “Yang lampu panjang ini saja so tara berfungsi, ini dipasang dari pemerintah,” ujar Ridwan.

Ridwan mengaku tahun 2019 memasang sendiri instalasi pada tempat dia berjualan. Dia juga tak melaporkan penyambungan itu kepada instansi terkait.

Terpisah Kadis Perindag Kota Ternate Hasyim Yusuf, saat dikonfirmasi via telpon mengatakan sejak November 2020, instansinya sudah merencanakan untuk membenahi instalasi listrik dalam pasar ikan itu. Rencana itu hingga saat ini belum bisa direaliasikan karena terkendala anggaran.

“Insya Allah kalu ada anggaran tahun ini kita perbaiki, jikalau ada pihak ketiga yang bersedia membantu untuk memperbaiki tong bersukur,” kata Hasyim yang mengaku masih berada di Koa Tidore Kepulauan karena sedang melayat kerabatnya.

Dia membenarkan instalasi yang berantakan dalam pasar itu disambung sendiri oleh para pedagang, padahal tak pernah diizinkan.

“Dorang (pedagang) yang sambung kasana sambung kamari akhirnya kelihatan tara beres. Saya kalu mau saya kase bajalang satu kabel saja (satu jalur), tinggal nanti gantong kabel di masing-masing satu saja,” kata Hasyim.

Mengenai pernah ada pedagang ikan yang meninggal kesetrum, Hasyim mengatakan tak mengetahuinya karena saat itu dia belum menjadi Kadis Perindag. Hasyim mengungkapkan instansinya sebuah tim yang khusus menangani masalah kelistrikan di pasar, dan tim itu berangotakan 5 orang.

Seperti diberitakan DiahiNews, Selasa 26 Januari 2021, pasokan listrik di pasar ikan itu pagi hingga siang kemarin sempat diputuskan PLN Ternate karena menunggak pembayaran rekening listrik.

Listrik
Pasar
PasarHigienis

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar