Berita > News

Ekspedisi Maluku Disambut Antusias di Samo

Diahi
Produk Pangan Desa Samo di Festival Kampung Pulau saat Menyambut Tim Ekspedisi Maluku (Foto : Istimewa)

HALSEL -Tim Ekspedisi Maluku dari EcoNusa yang menghadiri Festival Kampung di Desa Samo Gane Barat Utara Kabupaten Halmahera Barat, mendapat sambutan hangat warga setempat saat menjejakan kaki di desa tersebut. Tiba pada hari Selasa 27 Oktober, Tim Ekspedisi disambut warga Desa Samo dengan tarian Cakalela dan Togal.

Tim Ekspedisi Maluku ini diantaranya terdiri dari pendiri EcoNusa dan para tenaga medis. Mereka melakukan penyuluhan kesehatan tentang pandemi Covid-19.

Dalam Festival Kampung itu, warga setempat menampilkan produk lokal seperti virgin coconut oil, minyak kelapa kampung, padi dan gula aren.

Baca Lainnya :

Event ini secara antusias didukung warga setempat. Kepala Desa Samo, Jafar Anhar menyampaikan berterimakasih karena dukungan dan partisipasi warganya dalam even itu.

Dia juga menyampaikan terimakasih kepada EcoNusa dan PakaTiva yang telah berbagi pengetahuan mengenai pertanian secara gratis kepada warganya.

Jafar menjelaskan terdapat dua suku yang mendiami Desa Samo, yakni Makayoa (Makean-Kayoa) dan Togale (Tobelo-Galela). “Tarian penjemputan tadi, Togal mewakili suku Makayoa dan Cakalele dari Togale,” jelas Jafar.

Sementara pendiri EcoNusa Bustar Maitar menyampaikan kesannya terhadap sambutan yang diberikan warga setempat.

"Kalau disambut seperti ini bikin sibuk warga, sementara yang kita bawah tidak seberapa, tapi karena semua senang tidak apa-apa sudah," tutur dia.

Menurut Bustar Festival itu merupakan perayaan atas keberhasilan panen warga Samo. Dia meminta warga tidak tergantung pada pasokan pangan dari luar.

"Jadi kita harus bisa mandiri secara pangan, jadi makanan itu harus kita bisa sediakan sendiri dan itu yang dilakukan teman-teman PakaTiva selama 3 tahun terakhir ini”. 

Dia mendapat informasi bahwa Desa Samo telah menjadi contoh bagi desa tetangga di Kecamatan Gane Barat Utara karena telah mampu menyediakan beras sendiri. Karena itu dia berharap pengetahuan mengenai sukses Desa Samo itu dibagikan pula ke desa lainnya.

Selain berhasil menyiapkan beras sendiri, warga setempa juga memproduksi minyak kelapa kampung yang telah dijual hingga ke Kota Ternate, sebagai langkah alternatif di tengah anjloknya harga kopra.

Dia mengatakan PakaTiva dan EcoNusa terus mendorong warga di pulau-pulau kecil dan pesisir. Festival Kampung itu sendiri dilakukan karena cukup banyak potensi inisiatif masyarakat yang belum terekspose di tingkat provinsi dan tingkat nasional.

“Salah satu misi EcoNusa sendiri adalah mempromosikan inisiatif terbaik yang ada di masyarakat," jelas dia.

Karena itu dibuatlah Ekspedisi Maluku untuk menjelajahi kepulauan Maluku dan Maluku Utara. Ekspedisi dimulai dari wilayah Papua (Sorong) pada 22 Oktober 2020. Kemudian tiba di Maluku Utara pertama kali itu di Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan pada 24 Oktober 2020, dan hari ini, Selasa 27 Oktober 2020 tiba di Desa Samo menggunakan Kapal Finisi Kurabesi dan Kota Ternate menjadi tempat persinggahan terakhir di Maluku Utara. Tapi sebelum ke Kota Ternate, rombongan ekspedisi akan menyinggahi beberapa pesisir dan pulau kecil lebih dulu disingga yakni Desa Posi Posi, Gumira, Kayoa, Tidore. Dan dari Ternate, tim ekspedisi akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Maluku.

PakaTiva
EcoNusa

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar