Berita > News

Di Ulang Tahunnya, Bocah Ini Juara Kelas dan Kehilangan Lengan

Diahi
Lutfiana, korban kecelakaan laut, bersama keluarga di RSUD DR H Chasan Boesoirie Ternate (Foto: DiahiNews/Asri Sikumbang)

TERNATE - Keluarga yang mendatangi ruang VIP Bougenvile RSUD DR H Chasan Boesoirie Ternate, Minggu 23 Juni 2019 tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka melihat kondisi Lutfiana, bocah 9 tahun asal Desa Pasimayou Maitara Selatan yang jadi korban kecelakaan laut, hari Sabtu 22 Juni 2019, sore.

Siswa kelas 5 SD itu tergolek di atas dipan. Dia tampak tegar. Dia tak menangis, meski orang-orang yang berkunjung melihat kondisinya berurai air mata.

Kecelakaan yang menimpa Lutfiana terjadi sekitar pukul 17.00 WIT di depan Pelabuhan Bastiong Ternate.

Baca Lainnya :

Taria ibu Lutfiana mengatakan, dalam perjalanan menumpang motor kayu dari Pelabuhan Maitara menuju Ternate, dia meminta puterinya itu agar masuk ke dalam kabin perahu karena khawatir ombak. Udara dalam kabin agak panas. Bocah perempuan yang akrab dengan sapaan Ana itu kemudian mengeluarkan tangan kirinya melalui jendela.

Saat itu, speed boat yang dikemudikan oleh Masri melaju kencang, dan braak…,suara tabrakan terdengar keras. Speed boat itu menghantam dengan keras bodi perahu, tepat dimana Lutfiana menjulurkan tangan kirinya keluar jendela. Seketika lengan bocah itu putus.

“Kejadian itu saya lihat langsung. Spit boat itu hantam saya pe anak pe tangan. Torang dari Tidore menuju Ternate,” tutur Taria dengan suara bergetar. Kesedihan tampak nyata di wajahnya.

Taria mengatakan, dia sengaja membawa anaknya itu Ternate untuk dibelikan hadiah naik kelas di SDN 2 Maitara. Apalagi bocah yang akrab dengan sapaan Ana itu Juara Satu saat naik kelas 5. Ana juga baru saja Ulang Tahun ke-9.

“Saya saya ke Ternate untuk beli dia hadiah naik kelas dan hadiah Ulang Tahun,” kata Taria dengan sedih. Ana lahir tanggal 17 Juni.

Jabir, ayah Lutfiana berada di Bacan Halmahera Selatan, saat peristiwa itu terjadi. Malam harinya, Jabir langsung naik kapal menuju Ternate. “Saat kejadian, saya ada di Bacan, kemudian ada saudara saya yang telpon kase kabar,” ujar Jabir.

Pengemudi Speed Boat bernama Masri, mengaku sesaat setelah keluar dari Pelabuhan Bastiong, dia masih sibuk menghidup sebuah mesin lagi. Rekannya yang berdiri di bagian depan speed boat sudah berulangkali berteriak kepadanya menyampaikan ada kapal kayu di depan. Namun teriakan rekan kerjanya itu tak bisa dia dengar karena terganggu oleh deru suara mesin.

"Saya ada maruku, ada mo kase hidup mesin. Pas kita pe kase nae gas mesin, pada hal spit so mangada motor kayu," kata Masri.

Kecelakaan
Speed Boat
Tidore
Ternate

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar