Berita > News

Alokasi Dana Perbaikan Drainase Kota Ternate Tahun Ini Hampir Pasti Dibatalkan

Diahi

TERNATE—Banjir dan genangan yang terjadi pada sejumlah titik di Kota Ternate yang terjadi setiap kali terjadi hujan, diperkirakan belum tertangani tahun 2021. Sebab anggaran yang dialokasikan dalam APBD Kota Ternate 2021 di Dinas PUPR itu hampir dipastikan masuk dalam skema refocusing anggaran.

Hal itu setidaknya tergambar dari penjelasan Kadis PUPR Kota Ternate Risval Tribudianto, kepada Diahinews.com, Selasa 8 Juni 2021. Risval mengatakan paket pekerjaan drainase tahun ini masuk dalam skema refocusing, sehingga dia belum bisa memastikan apakah pekerjaan perbaikan drainase itu dapat dikerjakan tahun ini.

“Program itu masuk dalam refocusing, dan semuanya akan tergambar jelas setelah ada keputusan refocusing nanti,”ungkap Risval.

Baca Lainnya :

Dia menjelaskan, dalam APBD 2021, dinasnya mendapat pagu anggaran sebesar Rp 130 miliar. Dana sebesar itu terdiri dari Rp 80 miliar untuk membayar hutang multi years, Rp 28 miliar masuk skema refocusing, dan DAK Rp 15 miliar, sehingga dana yang tersisa untuk dikelola dinasnya hanya sekitar Rp 7 miliar.

Dia mengungkapkan meski secara resmi tiap SKPD diperintahkan memangkas 25 persen anggaran, namun Dinas PUPR diminta memangkas hingga 28 persen anggaran.

“Sebagian besar program di Dinas PUPR masuk dalam recofusing anggaran, di dalamnya sudah termasuk perbaikan drainase.”

Jika pekerjaan perbaikan drainase itu tak bisa terealisasi karena refocusing, maka sebagai langlah alternatif, menurut dia, minimal harus dibangun komunikasi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku Utara untuk penanganan drainase di ruas jalan nasional yang ada di Kota Ternate. 

Terpisah Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku Utara, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR untuk membicarakan masalah perbaikan drainase di Kota Ternate. Dan meski masih dalam proses pembahasan, menurut dia, pekerjaan itu akan dilakukan oleh balai tersebut pada sepanjang jalan nasional di Kota Ternate.

Mengenai nasib alokasi anggaran untuk drainase melalui APBD 2021, dia masih menunggu hasil akhir refocusing.

"Untuk APBD Kota Ternate sendiri kita akan lihat kosentrasinya harus di mana," kata Jasri.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Ternate, Taufik Jauhar, ketika dikonfirmasi Diahinews.com di ruang kerjanya belum bisa memastikan apakah dana perbaikan drainase itu masuk dalam skema refocusing anggaran. Sebab program mana yang akan direfocusing dikembalikan kepada SKPD terkait.

 

“SKPD sendiri yang menentukan mana program dianggap penting atau tidak penting untuk direcofusing.

Dia mengatakan keliru jika disebut refocusing itu tergantung keputusan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). "Jadi terserah masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang menentukan, karena yang tahu mana yang urgen dan tidak kan OPD."

Dia mengatakan setelah SKPD menentukan apa saja program yang masuk dalam skema refocusing, kemudian diserahkan ke Bappeda dan ditembuskan kepada BPKAD. Dia menambahkan hingga saat ini, anggaran yang sudah direfocusing sebesar Rp 80 miliar, dari total yang direfocusing sebesar Rp 108 miliar. Dimana tiap SKPD di Pemkot Ternate diminta memangkas anggaran masing-masing sebesar 25 persen dan hanya 21 SKPD yang mampu melaksanakannya.”Sisanya (SKPD lain,red) memang tidak bisa dipaksakan,”kata Taufik.

 

 

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar