Berita > Good News

Disperindag-BPJS Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan pada Pedagang dan IKM

Diahi
Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di Waterboom (Foto: DiahiNews/Asri Sikumbang)

TERNATE - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkot Ternate dan BPJS Ketenagakerjaan, Selasa 3 Desember 2019 melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan pedagang di Kota Ternate.

Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Waterboom, di Kelurahan Kayu Merah Kecamatan Ternate Selatan.

Dalam kesempatan itu, Kadis Perindag Pemkot Ternate, Nuryadin Rahman, menjelaskan, hingga tahun 2019,  jumlah pedagang yang tersebar pada 24 pasar yang tersebar di wilayah Kota Ternate, mencapai 3.240 pedagang. Sedangkan IKM mencapai 1.342 IKM dengan tenaga kerja sebanyak 3.885 orang.

Baca Lainnya :

“Jumlah ini akan terus bertambah, jika dilihat dari potensi pasar dan padatnya aktifitas perdagangan yang menjadi karakteristik Ternate sebagai kota jasa perdagangan,” kata Nuryadin.

Dia mengatakan, Pemkot Ternate memiliki program strategis dalam penyediaan lapangan kerja. Program ini diikuti dengan kebijakan perlindungan sosial terhadap pekerja dan keluarganya. Kota Ternate sudah memiliki Perwali nomor 15 tahun 2019 tentang kewajiban kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi industri kecil menengah (IKM) dan pedagang se Kota Ternate.

“Kita mengharapkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menjadikan sektor perdagangan sebagai sektor yang berbasis kearifan lokal,” ujar dia.

Disperindag juga terus memacu kemampuan IKM. Misalnya IKM diperkenalkan pada marketing digital. Kegiatan itu merupakan kerjasama dengan Biro Humas Kementerian Perdagangan. Kemudian dengan Balai Diklar Industri Makassar untuk memberikan pendidikan dan pelatihan.

Kementerian Perindag juga memfasilitasi rumah kemasan. Kemudian dengan PT. Pertamina dan BNI Ternate dalam akses permodalan dan dengan Dinas Kesehatan Kota Ternate dalam upaya menciptakan pasar sehat.

Sedangkan dengan BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan diri pekerja dan keluarga. Sosialisasi program jaminan sosial kepada pelaku usaha dan IKM itu sesuai dengan UU Nomor 24 tahun 2011 bahwa setiap orang, termasuk WNA yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia wajib menjadi peserta program jaminan sosial.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Khomsan Hidayat, mengapresiasi Pemkot Ternate terutama Disperindag atas kerja sama itu.

“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan kepada tenaga kerja yang bekerja diperusahaan saja tetapi seluruhnya yang formal maupun informal. Jika terjadi suatu resiko ada lembaga resmi yang memberikan jaminan kepastian,” jelas Khomson.

Dia menjelaskan, untuk mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan, modalnya hanya KTP. Dan tiap bulan membayar iuran sebesar Rp 60.800.

“Jika ada yang meninggal karena sakit akan diberi 24 juta, tapi meninggal saat sedang bekerja itu 48 juta,” terang Khomson.

Begitu juga ketika mengalami kecelakaan dan tidak meninggal dunia, pembiayaan pengobatan di rumah sakit digratiskan. Pelayanan itu berlaku pada rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Di Kota Ternate, rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan adalah RSUD Chasan Bosoiri, RS Tentara, RS Prima dan rumah sakit lainnya.

“Begitu juga jika selama dirawat di rumah sakit, selama satu bulan akan diberikan penggantian penghasilan 1 juta, dua bulan 2 juta sampai enam bulan saja, tapi kalau sudah masuk bulan ke tujuh itu 750 ribu,” jelas Khomson.

Kerjasama
DisperindagTernate
BPJS

Penulis : Asri Sikumbang

Komentar